Sabtu, 18 April 2009

Unsur Golongan I A




Mengapa jari – jari atom dalam golongan I A semakin kebawah semakin besar, dan bagaimana pengaruhnya terhadap jari – jari ion, elektronegatifitas, energi ionisasi (potensial ionisasi), titik lebur dan titik didih ?
Jari-jari atom maupun jari-jari ion dalam golongan 1A dari atas ke bawah jari-jarinya semakin besar. Hal ini disebabkan karena lintasan elektron yang semakin kebawah semakin banyak. Jari-jari ion mempunyai ukuran yang lebih kecil dibandingkan jari-jari atomnya. Energi ionisasi dipengaruhi oleh muatan pada inti, jumlah screening/penyaringan oleh elektron terdalam, jarak antara elektron terluar dengan inti. Semakin kebawah Golongan, peningkatan muatan inti diimbangi dengan peningkatan jumlah elektron terdalam. Elektron-elektron terluar mengalami tarikan sebesar 1+ dari inti. Kelektronegatifan merupakan ukuran kecenderungan sebuah atom untuk menarik sepasang elektron ikatan. Keelektronegatifan akan berkurang semakin ke bawah Golongan. Atom-atom semakin berkurang gaya tariknya untuk pasangan-pasangan elektron ikatan Penurunan titik lebur dan titik didih menunjukkan penurunan kekuatan ikatan logam. Atom-atom dalam sebuah logam dipertahankan oleh gaya tarik inti terhadap elektron-elektron yang terdelokalisasi. Ketika atom memiliki ukuran yang semakin besar, inti semakin menjauh dari elektron-elektron terdelokalisasi tersebut, sehingga gaya tarik berkurang. Ini berarti bahwa atom-atom lebih mudah terpisah untuk membentuk wujud cair dan pada akhirnya membentuk wujud gas. Dengan kata lain peurunan titik lebur dan titik didih logam alkali dari atas ke bawah ,merupakan akibat dari bertambahnya jarak antara inti dengan elektron-elektron ikatan yang dikarenakan semakin besarnya ukuran atom (bertambahnya jari – jari atom).
Berkaitan dengan sifat fisik maupun kimianya, jelaskan mengapa logam alkali merupakan jenis logam yang sangat reaktif, bahkan dikatakan sebagai logam yang paling rektif diantara logam – logam pada tabel periodik ? 
Kereaktifan logam alkali sangat berkaitan dengan elektron valensi yang hanya berjumlah 1 elektron serta berkaitan erat pula dengan sifat fisiknya yaitu jari – jari atom yang relatif besar. Akibatnya, logam alkali memiliki energi ionisasi dan elektronegatifitas yang cukup kecil. Sehingga logam – logam dalam golongan ini mudah untuk melepas elektron valensinya membentuk kation bermuatan +1. Kereaktifan logam alkali dari atas kebawah semakin meningkat sesuai dengan bertambahnya jari – jari atom. Jadi dari lithium ke Fransium akan semakin reaktif.
Logam alkali merupakan logam yang paling reaktif diantara logam – logam lain pada tabel periodik, hal ini juga sangat berkenaan dengan jari – jari atom logam alkali ini. Seperti yang telah diketahui bahwa logam alkali merupakan logam yang memiliki jari – jari paling besar diantara unsur - unsur lain pada tabel periodik.
Jelaskan mengapa Fransium merupakan unsur golongan I A yang mempunyai kelimpahan paling sedikit diantara unsur logam alkali lainnya ?
Fransium merupakan unsur golongan I A yang bersifat radioaktif dengan waktu paro pendek. Yaitu sekitar 21 menit. Sehingga unsur in tidak banyak dijumpai di alam. Maka dari seluruh anggota logam alkali, Fransium inilah yang mempunyai kelimpahan paling sedikit.

Mengapa sebaian besar persenyawaan logam alkali bersifat ionik ? 
Logam alkali merupakan basa kuat pendonor elektron (menurut lewis) yang dengan senang hati akan menyumbangkan 1 elektron valensinya pada saat bersenyawa dengan unsur lain. Persenyawaan yang terbentuk akan terionisasi sempurna dalam air. Karena kemampuannya untuk mendonorkan elektron, interaksi yang terjadi melibatkan serah terima elektron – elektron sehingga ikatan yang terjadi pada saat logam alkali bersenyawa adalah ikatan ionik. Oleh karenanya sebagian besar persenyawaan logam alkali merupakan senyawa ionik, hanya beberarapa yang berikatan kovalen. Misalnya persenyawaan Li.

1 komentar:

Iril Izzi Arlisa mengatakan...

terima kasaih post.nya . .
sangat bermanfaat
:)